Jenis fiberglass , Ukuran & Spesifikasi

Jenis fiberglass – Fiberglass atau serat kaca sudah di ketahui orang semenjak lama, dan malahan perlengkapan-kelengkapan yang terbuat dari kaca mulai di ciptakan semenjak permulaan abad ke 18.

Mulai akhir tahun 1930-an, Fiberglass di optimalkan lewat pelaksanaan filament berkelanjutan (continuous filament pelaksanaan) sehingga memiliki sifat-sifat yang memenuhi prasyarat untuk bahan industri, seperti dayanya tinggi, elastis, dan bendung kepada temperature tinggi.

Membayangkan kelengkapan-perlengkapan yang terbuat dari kaca (glass), kebanyakan orang akan berpendapat bahwa perlengkapan hal yang demikian pasti akan gampang pecah.

Baca juga : fiberglass bening | Kelebihan dan Kekurangannya

Akan namun via pelaksanaan penekanan, cairan atau bubuk kaca diubah menjadi wujud serat akan menyusun bahan hal yang demikian dari bahan yang gampang pecah (brittle materials) menjadi bahan yang memiliki tenaga tinggi (strong materials).

Jenis fiberglass – Manakala kaca (glass) di ubah dari format cair atau bubuk menjadi wujud serat (fiber), tenaganya akan meningkat secara tajam.

Fiberglass atau Komposit yakni sebuah campuran dari dua atau lebih bahan yang mempunyai sifat di tingkatkan keunggulan dari bahan individu pembentuknya.

Secara khusus dalam komposit, polimer senantiasa perkuat dengan serat. Tujuannya merupakan untuk menjadikan material yang mempunyai energi lebih tinggi dan atau kekakuan lebih dari polimer aslinya.

Jenis Fiberglass

Jenis fiberglass – Bahan pembuat fiberglass pada lazimnya terdiri dari 11 tipe bahan, 6 tipe sebagai bahan utama dan 5 variasi sebagai bahan finishing, antaranya : erosil, pigmen, resin, katalis, talk, mat, Ropping, aseton, PVA, mirror,cobalt, dan dempul.

1. Erosil

Bahan ini berbentuk bubuk betul-betul halus seperti bedak bayi berwarna putih. Berfungsi sebagai lem mat supaya fiberglass menjadikuat dan tak gampang patah/pecah.

2. Resin

Berbentuk cairan kental, jernih sedikit berwarna merah/hijau. Resin memiliki sebagian type dari yang keruh, berwarna sampai yang jernih dengan bermacam kelebihannya seperti kekerasan, lentur, tenaga dan lainnya. Kecuali itu harganyapun bervariasi. Bahan ini berujud cairan kental seperti perekat, berkelir hitam atau jernih.

Berfungsi untuk mengencerkan seluruh bahan yang akan di campur. Resin memiliki sebagian jenis dari yang keruh, berwarna sampai yang jernih dengan beraneka kelebihannya seperti kekerasan, lentur, daya dan lain-lain. Kecuali itu harganya-malah bervariasi.

3. Katalis

Katalis berbentuk cairan bening dengan bau menyengat. Fungsinya sebagai katalisator supaya resin lebih kencang mengeras. Penambahan katalis ini cukup sedikit saja tergantung pada variasi resin yang di pakai.

Kecuali itu usia resin juga memberi pengaruh jumlah katalis yang di terapkan. Artinya resin yang telah lama dan mengental akan memerlukan katalis lebih sedikit jikalau perbandingkan dengan resin baru yang masih encer.

Baca juga : bahan fiberglass adalah | pengertian fiberglass

Katalis berbentuk cairan bening dengan bau menyengat. Fungsinya sebagai katalisator supaya resin lebih pesat mengeras. Penambahan katalis ini cukup sedikit saja tergantung pada ragam resin yang di terapkan.

Kecuali itu usia resin juga memberi pengaruh jumlah katalis yang di terapkan. Artinya resin yang telah lama dan mengental akan memerlukan katalis lebih sedikit kalau perbandingkan dengan resin baru yang masih encer.

Zat kimia ini lazimnya di pasarkan beriringan dengan resin. Perbandingannya yaitu resin 1 liter dan katalisnya 1/40 liter.

4. Matt

Matt merupakan sebutan untuk serat (fiber) yang berwarna putih dengan susunan tak beraturan. Fungsinya sebagai penguat resin terutamanya pada pembuatan lembaran supaya tak gampang retak/pecah. Matt ini juga di aplikasikan sebagai pelapis supaya lapisan fiberglass menjadi tebal.

Bahan ini berupa anyaman mirip kain dan terdiri dari sebagian contoh, dari contoh anyaman halus hingga dengan anyaman yang kasar atau besar dan jarang-jarang. Berfungsi sebagai pelapis campuran/adonan dasar fiberglass, sehingga sewaktu faktor kimia hal yang demikian bersenyawa dan mengeras, mat berfungsi sebagai pengikatnya. Kesudahannya fiberglass menjadi kuat dan tak getas.

5. Ropping

Istilah ropping di aplikasikan untuk serat halus berwarna putih yang susunannya beraturan seperti serat pada karung. Ropping berbentuk lebih tebal dan lebih kuat dari matt.

Dalam aplikasinya lebih banyak di terapkan untuk membikin body kapal atau yang memerlukan daya ekstra.

6. Talc

Talc berbentuk serbuk putih seperti bedak yang di campurkan dengan resin berfungsi seperti dempul. Aplikasi dempul resin ini dapat di pakai untuk penghalus permukaan fiber atau sebaliknya untuk membikin mendetail dalam relief.

Pantas dengan namanya, bahan ini berupa bubuk berwarna putih seperti sagu. Berfungsi sebagai campuran adonan fiberglass supaya keras dan agak lentur.

7. Pigmen

Pigmen merupakan pewarna resin berupa pasta. Penerapannya sepatutnya di campur dengan resin terpenting dulu. Warna pigmen beraneka-tipe namun untuk pembuatan rockwork sebaiknya di terapkan warna dasar (hitam, putih, merah, biru dan kuning).

Dengan pencampuran warna dasar ini dapat menjadikan ragam warna yang tak terhingga. Pigment merupakan zat pewarna di kala bahan fiberglass tercampur. Pemilihan warna di sesuaikan dengan selera pembuatnya. Pada lazimnya pemilihan warna untuk memudahkan pengerjaan akhir ketika pengecatan.

8. Cobalt

Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan berfungsi sebagai bahan aktif pencampur katalis supaya kencang kering, secara khusus seandainya mutu katalisnya kurang bagus dan terlalu encer. Bahan inidi klasifikasikan sebagai penyempurna, karena tak segala bengkel mengaplikasikannya.

Sekiranya ini tergantung pada keperluan pembuat dan kwalitas resin yang di aplikasikannya. Perbandingannya ialah 1 tetes cobalt di campur dengan 3 liter katalis. Setelah perbandingan cobalt terlalu banyak, bisa memunculkan api.

9. PVA

Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus. Berfungsi untuk melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fibreglass. Tujuannya ialah supaya kedua bahan hal yang demikian tak saling merekat, sehingga fiberglass hasil cetakan bisa di lepas dengan gampang dari master mal atau cetakannya.

10. Dempul

setelah hasil cetakan terwujud dan di kerjakan pengamplasan, permukaan yang tak rata dan berpori-pori perlu dijalankan pendempulan.

Tujuannya supaya permukaan fiberglass hasil cetakan menjadi lebih halus dan rata sehingga siap dikerjakan pengecatan.

Baca juga : Fiberglass kerajinan

11. Mirror

Cocok namanya, manfaatnya hampir sama dengan PVA, adalah memunculkan efek licin. Bahan ini berwujud pasta dan memiliki warna beraneka-variasi. Sesudah PVA dan mirror tak tersedia, perajin/pembuat fiberglass bisa memanfaatkan cairan pembersih lantai yang dipasarkan bebas di mall/ toserba.

12. Aceton.

Alat yang dipakai sebaiknya dicuci dengan aceton supaya dapat dipakai lagi. Aceton juga dapat di terapkan sebagai pengencer pada resin lama yang telah mengental. Pada lazimnya cairan ini berwarna jernih, fungsinya ialah untuk mencairkan resin.

Zat ini di terapkan seandainya resin terlalu kental yang akan mengakibatkan penyusunan fiberglass menjadi susah dan lama keringnya. Kecuali aceton dapat dipakai MIBK (methyl iso-buthyl keton) yang penguapannya lebih lama melainkan kurang bagus untuk pengencer.

bagi anda yang ingin menggunakan jasa desain interior, anda dapat menghubungi hjkreasindo.com atau hjkarpet.com