biaya kontraktor rumah – Saat ini rumah bergaya minimalis tengah tergandrungi. Anda bisa saja beli dari pengembang dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau membelinya secara kontan. Tapi, salah satu kekurangannya yaitu hanya bisa memilih model rumah yang telah tersediakan. Beda halnya jika memiliki tanah sendiri. Anda bebas membangun model yang inginkan dan estimasi biaya bangun rumah sendiri bisa jadi lebih murah. 

Membangun rumah sendiri memang butuh dana yang cukup besar. Maka itu, perlu adanya estimasi biaya bangun rumah sebagai bagian dari persiapan yang matang. Informasi berikut akan membantu Anda dalam menentukan anggaran. 

1. Biaya Tenaga Kerja

Ketika memutuskan untuk membangun rumah sendiri, terutama untuk gaya yang minimalis setidaknya mencapai angka lebih dari Rp100 juta. Tentu saja biaya tersebut tidak mudah terkumpulkan dalam waktu singkat. Perlu anda ketahui bahwa ada sistem yang berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Jumlah biaya yang terkeluarkan pun berbeda-beda, tergantung sistem yang terpakai. 

Umumnya, sistem harian mematok harga mulai dari Rp100 hingga 150 ribu per harinya. Sedangkan untuk borongan, sekitar Rp600-800 ribu per meter persegi. Beda halnya dengan borongan penuh yang biayanya jauh lebih besar, yaitu bisa mencapai Rp3-5 juta per meter persegi. 

Anda yang tertarik untuk menerapkan sistem borongan jasa, biaya yang terkeluarkan belum termasuk material. Kalau ingin proses pembangunan rumah menjadi lebih cepat, maka bisa memakai sistem borongan. Namun, sistem harian akan memberi keuntungan lebih jika Anda merasa ingin mengubah desain rumah. Anda pun bebas menentukan request. 

2. Luas Tanah dan Bangunan

Misalnya saja Anda berkeinginan untuk membangun rumah 21/60. Tandanya, akan membutuhkan luas tanah 60 meter persegi. Harga tanah tergantung dari lokasi pembangunan. Jika memilih Jakarta, per meter persegi bisa terkenai harga Rp2.000.000. Sehingga, cara hitung biaya bangun rumah secara total untuk membeli tanah, yaitu Rp. 2.000.000 x 60 = 120.000.000.

Selain tanah, ada lagi hal yang harus terperhatikan, yaitu biaya membangun. Biaya ini meliputi berbagai macam hal, mulai dari material, seperti pasir, batu bata, semen, genteng, keramik, dan sebagainya. Kalau Anda merasa belum terlalu paham akan apa saja yang terbutuhkan, dapat mengkomunikasikannya dengan kepala pekerja agar lebih rinci. 

Bagi yang ingin menerapkan sistem borongan penuh, estimasi biaya bangun rumah diperkirakan sebesar Rp Rp3 juta per meter persegi, yatu 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp120.000.000 + Rp63.000.000 = Rp183.000.000.

3. Biaya Lain-lain

Anda yang suka bereksplorasi dalam membangun model rumah impian dan perlu melakukan perubahan yang ingin anda lakukan, contohnya menambahkan taman, ornamen, dan sejenisnya juga perlu menghitung dan memasukkannya dalam anggaran. Anda bisa menetapkan angka 10% dari keseluruhan total anggaran.

Dengan membuat estimasi biaya bangun rumah terlebih dahulu, Anda jadi lebih mudah untuk menentukan anggaran. Meski harga material, lokasi, dan kondisi bisa berubah-ubah, setidaknya Anda mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan secara keseluruhan. 

Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan informasi terkait harga tanah, material,dan tarif pekerja. Pastikan rumah dibangun secara kokoh dengan memilih bahan baku yang tepat seperti produk dari Tiga Roda. Sudah dipastikan mutunya terjamin dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.